Judul: Disiplin Positif (7 Prinsip Disiplin Positif dengan Ramah Tanpa Ceramah, Perintah, dan Marah-Marah)
Penulis: Irfan Amali
Ukuran: A5 (14,8x21)
Penerbit: Welas Asih Media
Tahun: September 2026
Halaman: 167 halaman
WELASASIHMEDIA -- Mendisiplinkan anak tidak harus dilakukan dengan hadiah, hukuman, ceramah, atau marah-marah. Disiplin yang sejati bukan tentang membuat anak patuh karena takut dihukum atau berharap mendapatkan hadiah, melainkan menumbuhkan kesadaran internal agar anak mampu memahami alasan di balik sebuah aturan, bertanggung jawab atas pilihannya, dan melakukan kebaikan karena kemauan dari dalam dirinya sendiri.
Buku Disiplin Positif karya Irfan Amali memperkenalkan tujuh prinsip disiplin positif yang berfokus pada upaya menumbuhkan kesadaran internal anak. Ketujuh prinsip ini mengajak orang tua dan pendidik untuk meninggalkan pola pengasuhan yang menjadikan hadiah, hukuman, ceramah, dan kemarahan sebagai alat utama untuk mengendalikan perilaku anak. Sebagai gantinya, disiplin dibangun melalui hubungan yang penuh rasa hormat, empati, dukungan, ketegasan, dan kesempatan bagi anak untuk belajar dari konsekuensi tindakannya.
Pendekatan ini tidak berarti membiarkan anak tanpa batas atau aturan. Justru, orang dewasa tetap perlu menetapkan batas dan menunjukkan ketegasan, tetapi tanpa merendahkan, mengancam, atau memaksa. Tujuh prinsip disiplin positif membantu orang tua dan pendidik mengubah pertanyaan dari “Bagaimana membuat anak menurut?” menjadi “Bagaimana membantu anak memiliki kesadaran untuk melakukan yang benar?”
Dengan demikian, disiplin positif bukan sekadar teknik untuk mengubah perilaku anak, tetapi sebuah proses pendidikan untuk menumbuhkan manusia yang mampu mengatur dirinya sendiri. Tujuan akhirnya bukan anak yang baik karena ada hadiah, takut hukuman, atau takut dimarahi, melainkan anak yang melakukan kebaikan karena menyadari nilai dan tanggung jawab di baliknya.
Selamat membaca!!!!